"Haduuuh,,, mana sih om Rudi ? Masa jam segini belom nyampe, bisa telat nih,,,", Tirta geram.
Ia tak henti melihat jam tangannya dan terlihat 07:o3. Tiba tiba sebuah minibus mendekati tempat Tirta berdiri. Seorang lelaki paruh baya mengeluarkan kepalanya dari jendela mobil, memberikan isyarat agar Tirta segera masuk kedalam minibus itu.
"Om,,,, kok lama ? udah telat nih om", Keluh Tirta.
"maaf ya, tadi bannya bocor. jadi om ke bengkel dulu,,,", Jelas om Rudi.
Tirta hanya diam dan langsung menuju bangku yang kosong di belakang. seoarang cew berkacamata yang duduk di depan Tirta,membalikkan badanya menghadap kearah Tirta.
"Udah,,, kita kan rame-rame"
"Iya, gw tau kita rame-rame, Sar. Tapi tetep aja telat n di hukum." Tirta tetap mengeluh.
Sari hanya mengangkat bahu dan kembali menghadapke depan.
25 menit kemudian,,,
Akhirnya sampai juga di sekolah. Gerbang SMA faforit itu masih terkunci. jelas saja, seluruh murid sedang mengikuti upacara bendera yang rutin dijalani setiap hari senin. SEkarang Tirta berdiri didepan gerbang bersama dengan teman-teman sejemputan.
Akhirnya sampai juga di sekolah. Gerbang SMA faforit itu masih terkunci. jelas saja, seluruh murid sedang mengikuti upacara bendera yang rutin dijalani setiap hari senin. SEkarang Tirta berdiri didepan gerbang bersama dengan teman-teman sejemputan.
